Selasa, 03 Desember 2013

3 Makanan Khas Brebes

1. Telur Asin

tegal, makanan tradisional, telur asin

Telur Asin merupakan istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik. Sebagai sebuah panganan khas Telur Asin memiliki sejarahnya sendiri. Di Kabupaten Brebes Telur Asin sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Telur asin lahir dari keluarga Cina yang dibawa oleh pasangan suami-istri.  Adalah In Tjiauw Seng dan istrinya, Tan Polan Nio yang merupakan pioner pembuat Telur Asin di Brebes. Mereka sudah berjualan sejak tahun 1950-an. Pada awalnya Telur Asin ini adalah makanan yang eksklusif. Hal ini karena In Tjiauw dan Tjoa memproduksi Telur Asin justru tidak dipasarkan di Brebes tetapi di pasok ke Jakarta. Mereka memproduksi secara terbatas dan menjadikan telur asin yang gurih dan lezat dikemas dengan hidangan istimewa.  Seiring berjalannya waktu produksi Telur Asin menyebar dan prosesnya berlangsung dari tangan pekerja yang awalnya bekerja pada In Tjiauw dan Tjoa. Setelah keluar, pekerja ini lalu membuat produksi dan menjualnya sendiri. Inilah awal penyebaran telur asin kepada masyarakat, tidak lagi eksklusif hanya dipasarkan ke Jakarta tapi dijual di Brebes dan sekitarnya. Salah satu Pedagang lain yang dipercaya sebagai pionir pembuat Telur Asin Brebes adalah Tjoa Kiat Hien dan istrinya Niati yang berjualan sejak tahun 1960.  Usaha Telur Asin keluarga itu tetap berjalan dan diteruskan oleh anak ke-4 mereka, Tjoa Kiem Tien dengan merek Telur Asinnya yang bernama Tjoa. Usaha Telur Asin Brebes ini baru dikenal oleh masyarakat sekitar tahun 1965. Kini, dengan harganya yang bervariasi Telur Asin dapat Anda jumpai di beberapa tempat di Brebes, seperti di wilayah Kecamatan Wanasari, Jalan Pemuda, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Jenderal Sudirman. Di daerah-daerah itu banyak terdapat Telur Asin dengan beragam jenisnya.

2. Sate Blengong Brebes


Kabupaten Brebes mempunyai beragam makanan khas, salah satunya adalah sate blengong dan kupat glabed.
Menu makanan khas ini berasal dari daging peranakan bebek atau menthok dengan itik yang banyak ditemukan di wilayah pesisir pantai utara pulau Jawa ini.
Tak sulit mencari sate blengong dan kupat glabed, di alun-alun Kabupaten Brebes setidaknya ada lima penjual sate blengong dan kupat glabed yang selalu ramai dikunjungi pembeli.
Warung milik Bu Inah di sudut barat alun-alun, misalnya, sekitar 600 tusuk sate blengong dan seratus porsi kupat glabed habis terjual dalam waktu kurang dari lima jam.
Kegemaran warga brebes dan sekitarnya terhadap daging bebek dan sejenisnya mendorong sate blengong dan kupat glabed menjadi menu favorit.
Harga tiap tusuk sate blengong berbeda-beda, seperti sate yang terdiri dari kulit dan daging harganya Rp 3.500 rupiah pertusuk, sate tulang seribu rupiah, dan sate bagian paha delapan ribu rupiah per tusuk. Bagian termahal adalah hati dan ampela blengong seharga sepuluh ribu rupiah per potong.
Sate blengong  dan kupat glabed sudah menjadi kegemaran warga Brebes dan sekitarnya sejak puluhan tahun lalu. Sebagai daerah peternakan bebek dan itik, warga Brebes sudah terbiasa mengkonsumsi daging unggas tersebut. Setiap hari para pengggemar sate blengong dan kupat glabed memadati alun-alun bribes.
Selain makan sate mereka juga sekaligus mengisi waktu di sore hari  untuk bersantai.

3. Kerupuk Tulang Bandeng


13571074391663304098














Kerupuk merupakan salah satu camilan favorit bagi siapa saja di Indonesia. Bahkan makan tanpa kerupuk kurang mantap rasanya. Beragam jenis dan rasa kerupuk sudah banyak dikenal oleh masyarakat.
Seperti yang diketahui, tulang ikan juga memiliki manfaat yang hampir sama dengan daging ikan. Tulang dan duri ikan bandeng memiliki kandungan kalsium yang tinggi jika dibandingkan dengan ikan jenis lain. Pasalnya, ikan bandeng sendiri memiliki tulang dan duri lebih banyak daripada ikan lain


5 Makanan Khas Boyolali

1. Dendeng

marning
BUKAN marning sembarang marning. Sebab, marning yang satu ini mempunyai beberapa macam rasa, yakni manis, pedas, presto, gepuk, dan lain-lain. Itulah marning produksi Kabupaten Boyolali, yang tidak hanya disukai masyarakat, tapi juga telah menembus pasaran dunia.
Walaupun hanya sebagai makanan kecil (snack), ternyata marning produksi Kabupaten Boyolali itu cukup digemari di luar negeri. Bahkan, makanan kecil berbahan baku jagung dengan aneka rasa itu banyak disukai oleh calon haji. Tidak sedikit calon haji yang akan berangkat melalui Bandara Adisumarmo Solo yang menyempatkan diri mampir ke Boyolali untuk membeli camilan atau makanan kecil tersebut untuk dibawa ke Tanah Suci.
Tidak hanya itu. Biasanya, menjelang Lebaran seperti sekarang marning boyolali banyak dicari, baik untuk suguhan di rumah maupun “teman” bagi mereka yang melakukan perjalanan mudik atau balik.

2. Nasi Jagung

Nasi Jagung Sarana Ritual Keselamatan Warga Merapi
Boyolali Sebuah tradisi turun temurun di lereng Gunung Merapi selama bulan Rajab berupa ritual tradisi selamatan nasi gunung hingga saat ini masih dilakukan masyarakat. Mereka percaya dengan selamatan nasi gunung, warga akan terlepas dari bahaya Gunung Merapi.Beberapa jenis makanan yang wajib dihidangkan dalam ritual tradisi nasi gunung, adalah nasi jagung, sayur bonggol pisang, sayur daun lumbu talas dan tempe gembus. Bahan makanan tersebut harus ada dan tidak boleh diganti dengan makanan lain. Pasalnya, warga mempercayai jenis makanan tersebut merupakan kesukaan dari penguasa Gunung Merapi.Penggunaan bahan makanan itu sendiri, seperti nasi jagung, dikarenakan jaman dahulu diwilayah Lereng Merapi masih langka beras yang ada nasi jagung. Untuk sayur bonggol pisang, tanaman ini banyak tumbuh di Merapi begitu juga dengan daun lumbu.Uniknya lagi, tradisi ini dilakukan disetiap rumah warga secara bergiliran. Ritual ini dilakukan adalah cukup sederhana. Yaitu, setelah seluruh hidangan tersedia, lantas seluruh anggota keluarga dan tetangga dekat dikumpulkan. Selepas Isya, Digelar doa bersama yang dipimpin tetua setempat. Setelah doa selesai, seluruh hidangan disantap bersama hingga habis.Doa kita supaya terhindar dari marabahaya Merapi, sekaligus nguri-nguri budaya leluhur dan biar guyub dengan masyarakat sekitar, ungkap Sarso (90), sesepuh Dusun Pentongan, Desa Samiran, Selo, Boyolali, kemarin.Sesepuh warga Lereng Merapi sendiri berharap tradisi ritual selamatan nasi gunung bisa terus dilakukan hingga anak cucu.

3. Dodol Susu

Dok.Timlo.net/ Nanin
Pernah merasakan Dodol Susu Sapi Segar? Nah, bila Anda penasaran, datang saja ke Wisata Alam Selo! Tidaklah sulit mencari dodol susu di sana. Harganya juga murah meriah, satu kotak berisi 8 biji hanya Rp 7 ribu. Anda bisa menikmatinya sambil melihat kemegahan Gunung Merapi. Dodol Susu, dari namanya saja sudah bisa ditebak, dodol ini terbuat dari susu sapi.Yapp. Dodol Susu saat ini sedang dikembangkan ibu-ibu di Dusun Petongan, Desa Samiran, Selo, Boyolali. Melimpahnya produksi susu sapi diwilayah ini tidaklah menyulitkan untuk bahan baku dodol, yaitu susu sapi segar. Salah satu pengerak pembuatan dodol susu, Murtiyah menceritakan, awal pembuatan Dodol Susu dimulai setahun lalu. Dimana saat itu, warga Dusun Petongan kesulitan memanfaatkan susu sapi yang melimpah. “Waktu itu kan harga susu anjlok, KUD bangkrut, bingung susunya maudiapain, akhirnya saya coba bikin dodol. Tidak begitu saja langsung berhasil, berulang kali saya eksperimen agar mendapatkan rasa yang pas,” ungkap Murtiyah saat ditemui di rumahnya, Minggu (20/1). Cara pembuatan Dodol Susu sendiri diakui Murtiyah tidaklah begitu sulit. Hanya untuk menciptakan cita rasa yang khas, membutuhkan waktu. Dodol Susu dengan bahan dasar susu segar, gula dan tepung. Susu segar direbus dahulu hingga mengental, setelah itu gula dimasukkan, dimasak hingga seperti karamel, kemudian tepung dicampur.Nah.. jadi sudah Dodol Susunya. Dari 3 liter susu segar menghasilkan 180 kotak kecil yang berisi 8 biji perkotaknya. Sementara untuk penjualan masih dilingkup lokal Selo.

4. Jenang Pecel

Jenang pecel adalah semacam modifikasi dari pecel sayuran pada umumnya. Pecel tidak lagi disajikan dengan nasi, melainkan dengan jenang. Jenang yang dimaksud disini sebenarnya adalah bubur sumsum (yang terbuat dari tepung beras). Untuk komponen pecelnya sama saja, terdiri dari aneka macam sayuran rebus yang kemudian diguyur dengan sambal kacang. Anda akan menemukan sensasi rasa yang unik ketika pecel yang teksturnya kaya berpadu dengan bubur sumsum yang lembut dan lumer di mulut. Jenang pecel ini adalah makanan tradisional khas dari Boyolali, tapi sayangnya sekarang sudah makin susah ditemukan. Jenang pecel biasanya dijajakan di warung-warung kecil yang ada di perkampungan penduduk, namun ada juga penjual keliling yang pakai gendongan. Terasa makin sedap ketika disajikan di atas pincuk, alas makan dari daun pisang. Makanan yang merakyat, enak dan murah meriah.

5. Kerupuk Rambak


Kerupuk rambak merupakan salah satu makanan khaskota Boyolali. Kerupuk rambak merupakan makanan ringan yang juga sebagai makanan pelengkap untuk nasi dan sejenisnya. Kerupuk yang satu ini tak kalah dengan kerupuk - kerupuk yang lain. Pemasarannya pun cukup mudah, karena banyak yang mengkonsumsinya. Untuk soal bahan berbahaya, kerupuk kami dijamin BEBAS dari bahan berbahaya seperti BORAK dan FORMALIN. Untuk soal rasa, kerupuk rambak kamilah nomor satu. Dijamin tak kalah bersaing dengan kerupuk rambak yang lain. Dalam proses pembuatannya, kami tidak menggunakan mesin canggih seperti Mixer atau Blender yang akan mengubah cita rasa kerupuk rambak.



5 Makanan Khas Banyumas

1. Keripik Tempe

Selain terkenal dengan getuk gorengnya, Kab Banyumas Juga terkenal dengan kripiknya. Ada sentra pembuatan kripik yang sangat terkenal yaitu di daerah sawangan dekat alun-alun Purwokerto. Disini disepanjang jalan berjejer toko yang menjual kripik.Kripik tempe tentunya. Sepeti halnya mendoan, Kripik juga berbahan dasar tempe. Kalau mendoan hanya bisa bertahan satu hari, sedangkan kripik bisa bertahan sampai satu bulan. Proses pembuatan kripik sebenarnya juga mudah, tapi ketrampilan mengiris tempe dengan tipis yang tidak dimiliki semua orang.


2. Mendoan Tempe














Salah satu makanan asli Banyumas adalah tempe mendoan. Tempe mendoan (kita sebut saja 
mendoan agar lebih mudah) pada dasarnya sama dengan tempe lain yang terbuat dari kedelai. Hanya saja mendoan mempunyai keunikan tersendiri, yakni cara penyajiannya. Jika kita membeli tempe goreng di tukang gorengan yang kita temui adalah tempe yang digoreng garing (kering). Mendoan tidak demikian, makanan ini disajikan dalam keadaan "mendo" yang artinya dalam bahasa indonesia adalah setengah matang.


3. Gethuk Goreng Sokaraja




















Getuk goreng adalah penganan khas Sokaraja yang manis dan gurih, dibuat dari singkong 
dan dibumbui gula kelapa. Getuk goreng ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1918 oleh Sanpirngad, seorang penjual nasi keliling di daerah Sokaraja. Pada saat itu getuk yang dijual tidak laku, sehingga beliau mencari akal agar getuk tersebut masih bisa dikonsumsi. Kemudian, getuk yang tidak habis dijual pada hari itu dia goreng dan dijual lagi. Ternyata, makanan baru tersebut digemari oleh para pembeli.

Saat ini getuk goreng dapat dengan mudah ditemui di sepanjang jalan di Sokaraja. Getuk yang digoreng juga bukan lagi getuk yang tidak laku dijual, melainkan sengaja dibuat untuk digoreng.


4. Cimplung





















Cimplung merupakan sebuah makanan traditional dari sebuah daerah yang ada di Indonesia. 
Lebih tepatnya di desa Sudimara, Cilongok, Purwokerto, Banyumas. Mungkin kata cimplung berasal dari kata "cemplung" yang dalam bahasa Banyumasan artinya memasukan ke dalam air. Makanan Cimplung adalah makanan yang cara memasaknya bersamaan dengan proses pembuatan gula merah, gula merah yang dibuat dari air bunga kelapa atau yang disebut Nira (badeg-red). Bahan yang digunakan untuk membuat cimplung ini bermacam-macam, diantaranya ketela pohon (budin-red), kelapa muda (dawegan-red), keladi (tales-red).


5. Keong Kuah Pedas





















Bagi petani, keong (siput sawah) sering kali menjadi momok karena keberadaannya menjadi hama tanaman padi. Namun di Purwokerto, keong justru bisa dimasak dan dinikmati layaknya masakan biasa. 
Makanan ini terbuat dari bahan utama keong sawah yang dimasak berkuah dengan bumbu-bumbu kuat yang memberi nuansa pedas dan segar hingga ke tenggorokan. Sebelum diolah, cangkang keong dipecahkan untuk membuang kotorannya. Setelah itu keong direndam selama satu malam. Bumbu yang digunakan mirip dengan bumbu rica-rica, yang terdiri dari cabai, kunyit, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan aneka rempah termasuk jahe. Setelah itu, keong yang sudah direndam dicuci bersih dan dimasak bersama bumbu selama 4 jam agar meresap. Konon, menurut para peneliti keong banyak mengandung protein yang dibutuhkan tubuh.


Minggu, 01 Desember 2013

5 Makanan Khas Subang

1. Kripik Buah Nangka (Subang)


OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kripik Buah Nangka | Kripik Nangka diolah dari buah nangka segar yang telah dipilih mutunya dan melalui proses pembuatan yang higienis dan sehat, dalam arti Kripik Buah Nangka | Kripik Nangka ini diolah dan diproses tanpa memakai bahan bahan yang berbahaya apabila dikonsumsi manusia. Dengan proses penggorengan melalui vacuum frying (mesin penggoreng kripik) membuat keaslian rasa dan nutrisi Kripik Buah Nangka | Kripik Nangka tetap terjaga. Minyak nabati berkualitas yang digunakan dalam proses penggorengan keripik sehingga hasil akhir keripik ini benar benar bebas dari kolesterol jahat, karena semua bahan bebas dari lemak jenuh. Disamping kegunaan yang besar juga manfaat dari buah nangka baik bagi kesehatan tubuh kita. Sehingga baik dikonsumsi oleh siapa saja tidak ada batasan usia.
Kripik Buah Nangka | Kripik Nangka Harga Murah Kwalitas Baik
Kripik Buah Nangka | Kripik Nangka tersedia dalam kemasan aluminium foil dengan beberapa jenis berdasarkan berat juga kualitasnya masing masing. Untuk lebih jelas dan detailnya mengenai Kripik Buah Nangka | Kripik Nangka bisa dilihat di produk Keripik Buah Aneka Keripik Malang. Dan harga Kripik Buah Nangka | Kripik Nangka ini juga cukup bersaing juga bervariasi juga sesuai kebutuhan konsumen untuk retail, grosir, atau distributor.

2. Dodol Nanas
Subang adalah salah satu daerah yang terkenal akan produksi nanasnya yang terkenal manis dan berkualitas. Sebagai sentra nanas di Jawa Barat buah nanas tidak hanya diperjual belikan secara utuh seperti yang kita lihat di pinggir-pinggir jalan raya Subang di daerah Jalan Cagak dan sekitarnya. Untuk memaksimalkan buah satu ini masyarakat juga mengolahnya menjadi aneka makanan seperti dodol, wajik, dan kerupuk. Pengolahan dodol juga dilakukan untuk menghindari buah nanas yang terbuang percuma yang membusuk karena waktu menyimpan yang terlalu lama atau lama terjual. Cara pembuatannya pun tidaklah sulit, dan tidak juga membutuhkan peralatan tertentu dalam proses pembuatannya. 
Dodol nenas sebagai produk unggulan kota Subang ini dibuat dengan cara membersihkan buah terlebih dulu kemudian diparut dan dicampur tepung ketan dan gula pasir. Setelah itu digogok dalam kuali besar dan proses terahir dodol pun didinginkan dan siap di kemas untuk di jual. 

3. Tape Ketan
Tape merupakan makanan dengan bahan utama dari singkong. Jika kita ke daerah Bandung, Sumedang atau Subang makan kita akan menemui banyak Tape, disana lebih dikenal dengan naman Peuyeum.

Tapi sebenarnya Tape tidak hanya terbuat dari singkong, ada yang terbuat dari ketan. Untuk cara membuat tape ketan hampir sama dengan singkong. Kali ini akan membahas cara membuat tape singkong dan tape ketan.

4. Dodol Nanas Bintang Subang
Dodol adalah salah satu jenis makanan tradisional yang cukup populer di Indonesia. Dodol terbuat dari tepung ketan, santan kelapa dan gula merah. Seiring berjalannya waktu, dodol bisa dikreasikan dengan bahan lain seperti nanas, nangka, durian dll.

5.Kerupuk Miskin Dari Subang


sekilas kerupuk ini tidak jauh berbeda dengan kerupuk seperti biasanya, hanya saja dalam proses penggorengan kerupuk ini tidak menggunakan minyak goreng tetapi hanya menggunakan pasir. ini lah kenapa kerupuk khas subang ini dinamakan kerupuk miskin.
sebenernya juga makanan khas subang yang biasa dijadikan oleh2 favorit buat pemudik yang melintas di pantura atau antara jalur Sadang ke Subang ini biasa di jajakan di kios - kios. bahan pembuatannya pun sama hanya cara penggorengannya yang berbeda yakni menggunakan pasir yasng di cuci terlebih dahulu. tapi dengan demikian kerupuk miskin ini lebih tahan lama dibanding kerupuk pada umumnya karena tidak mengandung minyak yang bikin cepet apek. kerupuk miskin juga memiliki rasa yang lebih gurih lho...
kerupuk miskin ini disajikan dengan 2 bentuk, ada yang pipih dan ada yang panjang-panjang. sementara warnanya tersedia dengan berbagai warna. dari harganya juganya gak begitu mahal cukup 5000-8000 rupiah untuk ukuran sedang.
penasaran...??? buruan datang langsung kesubang atau pantura subang juga ada. terutama di kios2 kecil. apa lagi jika mau datang ke kecamatan purwadadi, bukan hanya kerupuknya tetapi juga bisa liat langsung cara pengolahannya.

5 Makanan Khas Purwakarta

1.  Rangginang


yaitu makanan yang terbuat dari ketan yang di kukus lalu pipihkan, setelah itu di jemur sampai kering. bila ingin memakannya harus di goreng terlebih dahulu. rasa rangginang ini sungguh gurih dan lezat apalagi bila campuran rangginang ini dicampur dengan terasi, wah.... aromanya wangi dan rasanya lebih nikmat. O'iya, rangginang ini biasanya ada 2 macam, ada yang terbuat dari ketan putih dan ada juga yang terbuat dari ketan hitam.


2. Colenak

colenak yaitu  makanan yang berbahan peuyeum/tape yang dibakar lalu ditambah bumbu manis yang terbuat dari kelapa+gula merah (di jawa barat biasa disebut "enten") lalu di kasih taburan kacang garing yang disangrai (wih.... ada sensasi kriuk..kriuknya hihihi :D ) makanan ini lebih nikmat bila dimakan selagi panas.

3. 
Opak

Opak adalah makanan khas Sunda daerah Jawa Barat yang terbuat dari tepung beras. Nutrisi yang terkandung dalam opak adalah karbohidrat. Bahan dasar pembuatan opak adalah tepung beras, garam, gula, dann bumbu bumbu penyedap lainnya. Kemudian bahan dasar dicampur menjadi sebuah adonan. Adonan kemudian dikeringkan. Setelah kering kemudian dipanggang di atas bara api.


4. 
Simping kaum

Simping adalah makanan khas dari daerah Purwakarta, Jawa Barat. Bentuknya berupa lembaran pipih, bundar tipis, biasanya berwarna putih, dan rasanya gurih. Makanan ini dibuat dari tepung beras yang diberi beberapa bumbu. Simping mirip dengan lembaran yang dipakai untuk menjepit gulali (rambut-rambutan). simping terdiri dari beberapa rasa antara lain: keju, kencur, jahe, strawberry, coklat, nangka, pandan, dll


5. Sate maranggi

Sate Maranggi, yang membedakan dengan sate lainnya adalah bumbu kecapnya yang diolah hingga memiliki cita rasa unik-asam, manis, pedas. Disamping sate maranggi, rumah-rumah makan khas Sunda yang menyajikan ikan bakar, pepes, ayam goreng lengkap dengan sambal dadakan juga banyak terdapat di Purwakarta.Oleh-oleh khas Purwakarta adalah simping, peuyeum Bendul, gula aren Cikeris, manisan pala, teh hijau, colenak, dan opak.

5 Makanan Khas Sukabumi

1. Bandros Mang ATA















Bandros ATA, mungkin di setiap kota di Jawa Barat terdapat jajanan yang namanya bandros, tapi Sukabumi punya ke khas-an tersendiri. Bandros yang ada dijalan Jakse ini memang primadona para pecinta kuliner yang sedang ada di Sukabumi. Memiliki jam operasional mulai pukul 11 malam hingga dini hari, dan berada di trotoar jalan yang tentu saja dipadati di jam tersebut hingga antri untuk merasakan kelejatan bandros. 
Bandros ini terletak dipinggir jalan, trotoar JL. Gudang no. 4. Makan mulai dijual dari jam 20.30 s/d 06.00. Jam bukanya yang malam sampai dengan subuh ini menjadikan tempat ini asik dijadikan tempat nongkrong. Jangan banyak berharap tempat ini sepi sampai jam 00.00, karena selalu ramai didatangi pengunjung. Gimana ga asik, malem-malem nikmatin dinginnya sukabumi makan bandros yang lembut di bagian atas n garing dibagian bawahnya. Dari testimoni pelangga setis sejak dia masih kecil atau 35th yang lalu, rasa bandros ini sangat berbeda dengan yang dijual ditempat lain. tekstur bagian atas yang lembut dan bagian bawah yang garing dan kering cuma bisa ditemukan di warung bandros Pa Ata.

menikmati bandros dengan segelas teh hangat dimalam hari memang sangat lezat, ditambah harganya yang miring menjadi alasan untuk datang dan icip-icip. Satu papan Bandros seharga Rp. 5000,- dan tehnya Rp. 2.500. Uniknya tidak seperti teh yang biasa diminum di rumah makan Jakarta, teh yang dijual menggunakan daun teh asli, warnanya tidak kental, agak kehijauan dan dibuat tidak terlalu manis. Teh dan bandros merupakan gabungan yang sangat pas. Senang bisa merasakan jajanan tradisional yang rasa-rasanya mulai hilang tergerus zaman Seve* dengan minuman warna-warni dan aneka hot dog dan nachos. jadi, Kalau temen-temen berkunjung kesana, janagan lupa Dateng ke tempat ini yaa untuk icip-icip..Maju Terus Masakan Tradisional, siipp !


2. Mochi















Mochi Lampion, sebenernya dah banyak merk mochi di Sukabumi, dan mochi sendiri dah jadi semacam trademark jajanan yang wajib dijadikan oleh-oleh bagi orang yang ke Sukabumi. Mochi Lampion selain karena emang pioner dalam menjual mochi, rasa dan kualitas mochi juga jadi jaminan mutu, walau memang punya harga yang cukup tinggi jauh dari mochi-mochi merk lain di Sukabumi. Mochi Lampion berada di Jl Kaswari, jauh berada di Gang sempit namun memiliki pembeli loyal yang rela menyusuri jalan sempit tersebut.

Sejarah kue mochi ini sudah terbilang cukup lama karena, Kue mochi Lampion sudah terkenal sejak berdiri tahun 1983,tempat perdagangan dan pabrik si hijau ini berlokasi di Jl. Bhayangkara Gg. Kaswari II No.19 Kota Sukabumi, dan merupakan pabrik mochi pertama yang ada di Kaswari dan tidak membuka cabang, kemudian baru disusul dengan ke empat pabrik mochi lainnya, seperti Mochi Kharisma, Mochi Mandiri, Mochi Bakat Jaya, Mochi PD Mandiri. kesemuanya ini termasuk dalam usaha rumah tangga (home industri).




3. Tutug Oncom















Salah satu hidden gem di kota Sukabumi adalah Angkringan Kota Paris. 

Baru dibuka kurang lebih setahun terakhir, angkringan yang terletak tepat di pelataran BCA Kota Paris ini selalu ramai dengan pengunjung. Alasannya sih karena makanan-minuman yang ditawarkan bervariasi, enak dan MURAH. Jadi kemarin malam, saya dan teman-teman kantor pergi kesana setelah sekian lama nggak mampir.
Bandrek kota Paris, sebenernya yang dijual bukan hanya bandrek. Di lokasi jajanan malam itu ada , soto, tahu peletok, sekoteng dan jajanan khas malam hari lainnya. Berada di jalan Ahmad Yani dibuka disetiap malam mulai pukul 7, namun selalu libur di malam selasa. 
Harganya Murah , jadi Cocok banget buat karyawan kalo lagi akhir bulan dan kantongnya udah pada cekak. Selain menu diatas, ada juga menu-menu lainnya seperti pisang pandan, pempek, tahu aci, susu murni, bandrek dan lain-lain. Sangat mendukung sekali kalo mau pesen banyak menu, secara harganya murah, jadi kalo pesen banyak juga nggak terlalu bikin bokek kali ya.
Kalo mau datang kesini, angkringannya baru buka setelah magrib sampai malam. Saya kurang tahu sampai jam berapa, cuma kalo kata teman saya, biasanya jam 9 udah pada abis makanannya. Jadi kalo bisa datang sebelum itu. Terus, angkringan ini juga tutup setiap hari Selasa, tapi hari lainnya selalu buka.
Jadi kata siapa kalo ke angkringan cuma harus ke Yogya? Sukabumi juga ada!


4. Geco
















Sukabumi tak hanya terkenal dengan moci atau pariwisatanya saja. ternyata Sukabumi pun menjadi incaran para pecinta kuliner. Contohnya saja Toge tauco (Geco) yang ada di Jl. Jend. Sudirman yang berhadapan dengan Rumah Sakit As-Syifa, ini adalah salah satu tempat favorit untuk sarapan pagi. Setiap pagi pemilik Geco sibuk membuat pesanan para pembeli, ada yang di bungkus atau dimakan ditempat. Meski tempatnya dipinggir jalan, tak mengurungkan semangat pembeli untuk ikut merasakan jajanan Sukabumi yang lezat ini, dengan sekejap GeCo ini habis diburu para pecinta kuliner.

Harga Rp. 7000/porsi ini membuat kuliner ini termasuk kedalam kuliner dengan har ga Ekonomis Hahaahah . .. 


5. Bubur Ayam Bunut










Tak Sekedar Menyajikan Bubur Ayam Khas Sukabumi, Bubur Ayam Bunut Membawa Nuansa Sukabumi kepada siapa saja yang datang ke kota ini. Kesannya, Belum Ke Sukabumi Jika Belum ke Bubur Ayam Bunut….

Rumah Makan Bubur Ayam Bunut Sukabumi seperti nama nya memiliki menu khas yaitu Bubur Ayam, 


Tulang Ayam dan Keroket yang cita rasa aslinya tetap terjaga sejak 30 tahun yang lalu. Selain Bubur Ayam, kami menyediakan beraneka ragam menu lainnya yang akan menggoyang lidah Anda, seperti seperti Sop Buntut Sapi, Nasi Timbel Komplit, Sop Iga, Sop Kaki, bermacam-macam nasi goreng, Roti bakar, Pisang Bakar, dll. Kami juga memiliki berbagai macam minuman khas, seperti Teh Tarik Rempah, Bandrek dan Bajigur serta bermacam-macam minuman lainnya yang dijamin akan menambah kaya pengalaman kuliner Anda di Rumah Makan kami.

Rumah Makan Bubur Ayam Bunut memadukan konsep modern tradisional, dimana pelanggan bisa memilih ruang makan bergaya modern (indoor) atau ruang makan bergaya tradisional dengan konsep saung bambu (outdoor) lengkap dengan Lesehan.

Lokasinya yang berada di daerah dataran tinggi, membuat RM Bubur Ayam Bunut memiliki daya tarik tersendiri karena udaranya yang sejuk. Didukung oleh letaknya yang tidak jauh dari beberapa kawasan wisata alam seperti, taman wisata alam Gunung Gede,  Selabintana, Wisata Arung Jeram Citarik, dan Pantai Pelabuhan Ratu yang sangat terkenal dan menjadi ikon wisata provinsi Jawa.